Rabu, 16 Mei 2012

KADIS KOMINFO, HERRY PANSILA DAN WALIKOTA DEPOK, NURMAHMUDI, "TUTUP MATA" SOAL DUGAAN KORUPSI PADA PROYEK PENGADAAN PAPAN RUNNING TEXT ATAU TULISAN BERJALAN DI KOTA DEPOK. PADA HARI JUM'AT TANGGAL 11 MEI 2012, HERRY PANSILA SUDAH DIPANGGIL DAN DIPERIKSA OLEH KEJAKSAAN AGUNG.


CEC : SUARAKOTA - BALAIKOTA – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Depok nampaknya ‘main mata’ dengan CV Pintu Rejeki selaku pemenang lelang proyek pengadaan dan pemasangan running text sebesar Rp 3,2 Miliar. Pasalnya, dari dokumen pengadaan dan pemasangan running text nomor: 01/PAN-RT/DISKOMINFO/X/2011 tertanggal 14 November 2011, Dinas yang dipimpin Herry Pansila itu terkesan tutup mata dan melakukan pembiaran terkait kejanggalan-kejanggalan yang terjadi dalam pelaksanaan pekerjaan proyek tersebut. Dalam dokumen pengadaan itu, diketahui bahwa spesifikasi running text (Margonda 1, Margonda 2, Raya Bogor dan Alternatif Cibubur) terdapat beberapa item yang tidak sesuai, diantaranya adalah display system yang mana dalam spesifikasi tertulis bahwa text font adjustable, picture (jpg.file), animation (gif.file), clock and date. Namun dalam pelaksanaan (sejak mulai dipasang hingga berita ini dimuat, red), gambar (picture), animasi, jam dan tanggal sebagaimana dimaksud tidak terlihat dalam tampilan running text yang telah terpasang. Yang terlihat hanyalah tulisan (himbauan dan sosialisasi) berwarna merah (satu warna) saja. Tak hanya itu, LED Lifetime papan running text yang seharusnya menyala selama 100.000 jam, ternyata sudah terlihat padam (mati). Hal itu terlihat di salah satu papan running text yang terpasang di kawasan Cibubur dan sudah terjadi sejak beberapa pekan terakhir.

LSM BEREAKSI :
Gencarnya pemberitaan terkait dugaan mark up dan kecurangan dalam proyek pengadaan dan pemasangan running text di Diskominfo Kota Depok nampaknya mulai menggugah reaksi dari beberapa elemen LSM di Kota sejuta Belimbing ini. Kepada suaradepok.com, beberapa koordinator LSM Kota Depok akan melakukan aksi unjuk rasa dan mempertanyakan ‘sikap diam’ Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok yang terkesan cuek terhadap dugaan-dugaan korupsi yang terjadi selama ini. HA misalnya. Aktivis dan Koordinator salah satu LSM Kota Depok ini mengaku heran dengan sikap Kejari Depok yang terkesan sering ‘masuk angin’ jika mendapat laporan terkait dugaan korupsi. Untuk itu HA yang meminta untuk tidak dipublikasikan terlebih dahulu identitasnya itu mengatakan bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan aksi unjuk rasa bersama beberapa elemen masyarakat dan LSM yang ada di Kota Depok.
Terpisah, Koordinator LSM Komite Aksi Pemberantasan Organ Korupsti (Kapok), Kasno juga menyayangkan sikap Kejari Depok tersebut. Dikatakan Kasno, seharusnya Kejari Pro Aktif dan konsisten dalam penanganan masalah korupsi, bukan justru membiarkan hal itu merajalela. “Kejari Depok jangan tebang pilih dong dalam penanganan dugaan-dugaan kasus korupsi yang terjadi. Masalah dugaan kasus running text dan beberapa dugaan kasus korupsi yang sudah kami laporkan pada tanggal 1 Mei 2012 lalu merupakan PR yang seharusnya dapat ditindaklanjuti. Jangan dipendam saja”, desak Kasno, Rabu (16/5).
Jika Kejari Depok tidak merespon laporan yang telah kami sampaikan, lanjut Kasno, maka kami akan mengadukan sikap Kejari Depok ini ke tingkat yang lebih tinggi, yakni Kejaksaan Agung, Komisi III DPR RI dan kalau perlu ke Presiden sekalian biar semuanya tahu bahwa Kejari Depok kurang merespon terhadap dugaan-dugaan Korupsi yang terjadi di kota ini. Sebagai informasi, pagu anggaran dalam lelang proyek pengadaan dan pemasangan running text tahun 2011 itu adalah Rp 3,2 miliar, sementara HPS nya adalah Rp 3.169.111.526,00. Lelang tersebut dimenangkan oleh CV. Pintu Rejeki dengan penawaran sebesar Rp 3.160.000.000,-. Pengadaan papan running text tersebut terpasang di tiga titik lokasi, yakni di jalan Margonda Raya, tepatnya di atas jembatan penyeberangan orang (JPO) depan Depok Town Square (Detos) – Margo City; di jalan raya Bogor dan di alternatif Cibubur. Dari 25 peserta yang mengikuti lelang pengadaan proyek itu, diketahui hanya 4 perusahaan yang memasukkan penawaran ke panitia. Sementara sisanya di duga hanya menerima ‘uang mundur’ dari perusahaan pemenang.
Kabar yang berkembang dilingkungan Balaikota Depok mengatakan bahwa tiga dari empat perusahaan yang memasukkan penawaran lelang itu diketahui merupakan satu group, yakni PT. Hutama Manggala, PT. Satria Surya Pratama dan CV Pintu Rejeki.

BERIKUT NAMA PERUSAHAAN DAN HARGA PENAWARAN DARI PESERTA LELANG PROYEK RUNNING TEXT DI DISKOMINFO KOTA DEPOK:

1. PT. HUTAMA MANGGALA PERSADA Rp 900.000.000,-

2. PT. SATRIA SURYA PRATAMA Rp 1.000.000.000,-

3. CV. ANDINI Rp 1.100.000.000,-

4. CV. Pintu Rejeki Rp 3.160.000.000,-

Tidak ada komentar: