Senin, 12 Agustus 2013

USTADZ SOLMED DI NILAI SEBAGAI "DA'I MATRE"

SEPAKAT RP. 6 JT BERUBAH JADI RP. 10 JT.

CEC : Belakangan banyak dibicarakan mengenai Ustadz-Ustadz komersil yang mematok honornya untuk berdakwah. Kali ini giliran Ustadz Soleh Mahmud atau yang lebih dikenal dengan Solmed, dalam sebuah surat kabar lokal Hongkong berbahasa Indonesia, Solmed diberitakan membatalkan sepihak karena tidak menemui kesepakatan honor setelah meminta kenaikan honor dari yang sudah disepakati.
Menurut surat kabar tersebut, Ketua Thariqul Jannah, Lifah Khalifah menyesalkan sikap 'Matre' Solmed yang memasang honor sebesar 10 juta meski sudah menyepakati honor awal sebesar 6 juta. Tidak hanya itu saja, dalam surat kabar tersebut, Lifah membeberkan permintaan Solmed sebesar 10% dari penjualan tiket dan 50% dari dana infak lewat surban keliling. (cec)

Sumber : merdeka.com

AHOK : KALAU PKL DI JALAN LAGI, KITA PIDANAKAN !


Hari ke 302 Jokowi - Ahok

CEC : Wagub DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kembali melontarkan sikap tegas kepada pedagang kaki lima (PKL) di Tanah Abang yang masih nekat berdagang di jalan pada hari ini. Ahok 'mengancam' akan mempidanakan PKL bandel tersebut.
"Mulai hari ini kalau di jalan lagi, kita pidanakan! Kalau enggak mau gimana? Mau jadi pagar ayu lagi," tegas Ahok di Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (12/8/2013).
Ancaman mantan Bupati Belitung Timur untuk mempidanakan PKL tersebut bukan tindakan sewenang-wenang. Ahok menerapkan hal tersebut berdasarkan aturan yang sudah berlaku."Saya bukan di atas hukum loh. Saya menjalankan hukum kesepakatan bersama loh," kata Ahok.
Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi) mulai bersikap tegas pada PKL Tanah Abang mulai hari ini. Sebelumnya, PKL diberi kelonggaran berdagang di bulan Ramadan hingga Lebaran. 'Pembersihan' PKL di jalan bertujuan agar lalu lintas di sekitar Tanah Abang tidak macet. (cec)

Sumber : detikNews

BENTROK DENGAN WARGA, 42 ANGGOTA FPI DIAMANKAN


CEC : Puluhan massa Front Pembela Islam (FPI) di Lamongan, Jatim terlibat bentrok dengan warga. Akibat bentrokan ini, dua sepeda motor milik warga dibakar massa FPI, satu rumah dirusak dan seorang pemuda dikabarkan terluka akibat sabetan pedang di telinga dan punggung. Hingga kini belum diketahui pasti penyebab bentrokan. Dua sepeda motor milik warga ini ditemukan petugas kepolisian hangus terbakar di sebuah semak-semak sekitar 500 meter dari bibir pantai di Dusun Dengok, Kelurahan Blimbing, Paciran. Pembakaran sepeda ini dilakukan puluhan anggota FPI pada Senin (12/8/2013) dini hari tadi. Selain telah mengamankan 2 sepeda motor yang telah hangus terbakar, petugas kepolisian juga mengamankan sebuah drum berisi solar yang digunakan untuk membakar sepeda motor. Informasi yang dihimpun detikcom menyebutkan, pembakaran sepeda motor milik warga ini diduga akibat salah seorang warga membacok istri anggota FPI sehingga puluhan anggota FPI melakukan sweeping mencari keberadaan pelaku pembacokan. Tidak membuahkan hasil dalam sweepingnya, massa FPI kemudian melampiaskannya dengan membakar 2 sepeda motor milik warga. Tak berselang lama, warga yang di sweeping pun melakukan perlawanan dengan mendatangi Dusun Gowah, Kelurahan Blimbing, Paciran yang merupakan markas FPI. Aksi warga ini selain dipicu karena pembakaran sepeda motor, juga karena isu seorang warga yang disandera oleh FPI. Puluhan warga ini kemudian melakukan pembalasan dengan merusak 2 rumah. Tapi, karena kalah dalam jumlah, warga yang menyerbu markas FPI kemudian melarikan diri. Massa FPI melakukan perlawanan dengan senjata tajam. Petugas kepolisian yang datang di lokasi kejadian kemudian melakukan pencarian baik warga yang terlibat maupun massa FPI yang terlibat bentrok ke sejumlah perkampungan. Petugas mulanya mengamankan seorang anggota FPI yang istrinya menjadi korban pembacokan. Setelah melakukan penyisiran, petugas ikut mengamankan 42 anggota FPI yang berada di sebuah rumah dan sebuah mushola.
Kapolres Lamongan, AKBP Solehan kepada "wartawan" membenarkan sudah mengamankan anggota FPI sebanyak 42 orang. Solehan juga menambahkan, selain menangkap 42 anggota FPI, pihaknya juga mengamankan puluhan senjata tajam. "Kami mengamankan senjata tajam berupa pedang dan jenis senjata tajam lainnya," ujar Solehan.
AKBP Solehan menambahkan, pihaknya hingga kini masih menyelidiki penyebab bentrok antara warga dengan massa FPI ini. "Kami Masih menyelidiki kasus ini," seraya menambahkan kalau saat ini sekitar 42 anggota FPI diamankan di Mapolres Lamongan. (cec)

Sumber : detikNews

15 TEWAS, POLISI TETAPKAN SOPIR BUS KARYA SARI, SURYANTO, JADI TERSANGKA


CEC : Kepolisian Resor (Polres) Banyumas menetapkan sopir bus Karya Sari, Suryanto, menjadi tersangka penyebab kecelakaan beruntun di tanjakan maut Krumput Desa Pageralang Kemranjen, Banyumas Jawa Tengah, Sabtu lalu. Dalam kecelakaan tersebut, 15 orang tewas akibat rem bus blong sehingga terjadi tabrakan antara bus dengan sedan Toyota Corolla dan dua buah sepeda motor.
Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polres Banyumas Ajun Komisaris Chalid Mawardi mengatakan meski sudah ditetapkan menjadi tersangka, sopir bus tersebut belum ditahan. "Sopir sudah ditetapkan menjadi tersangka. Tetapi, belum kita tahan karena masih dirawat di rumah sakit," katanya, Minggu (11/8).
Sopir tersebut dikenakan Pasal 310 Ayat 1,2 dan 4 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dengan ancaman enam tahun penjara dan denda Rp 12 juta.
Lebih lanjut, ia menjelaskan, tanjakan Krumput memang rawan terjadi kecelakaan. Jalan berkelok dengan tanjakan dan turunan yang curam menjadikan jalur tersebut sangat rawan terjadinya kecelakaan. "Di sepanjang lokasi tersebut memang sering terjadi kecelakaan, tapi tidak seperti yang terjadi kemarin," ujarnya.
Guna menekan angka kecelakaan, Satlantas Polres Banyumas dan Tim dari Polda Jateng serta Dishub Banyumas langsung melakukan pengecekan kelayakan bus di Terminal Purwokerto. Dari hasil sidak, ditemukan dua bus tidak layak jalan karena ban tidak layak jalan serta masa uji KIR yang sudah habis. "Tadi kita sidak ke Terminal Purwokerto dan ditemukan dua bus tidak layak jalan, sanksinya langsung kita nonaktifkan armada bus tersebut," ungkapnya. Dengan adanya peristiwa ini pihaknya juga mengimbau kepada para pengguna jalan maupun para pemudik agar berhati-hati saat melintasi wilayah Banyumas terutama wilayah Krumput.
[ren] - cec

Sumber : merdeka.com

PESAN HABIBIE UNTUK PRESIDEN RI SETELAH SBY


CEC : Menjelang pemilu 2014 mendatang, sejumlah tokoh mulai digadang-gadang menjadi calon orang nomor 1 di Indonesia. Di antara nama-nama yang sering muncul adalah Joko Widodo, Prabowo Subianto, Wiranto, Aburizal Bakrie, Hatta Rajasa, dan lainnya.
"Saya berpesan kepada Presiden RI nantinya agar selalu ikhtiar, harus berani mengambil keputusan walaupun itu sulit," pesan Mantan Presiden RI ke-3, BJ Habibie.
Hal ini disampaikan Habibie di acara buka bersama kediamannya di Jl Patra Kuningan XIII, Jakarta Selatan, Jumat (2/8/2013).
Perancang pesawat N250 ini juga menceritakan bagaimana siasatnya menaikkan kembali nilai rupiah setelah krisis moneter di tahun 1998. Ia pun berpesan agar pemimpin tidak haus kekuasaan.
"Pada saat itu saya bilang, kalau pertanggungjawaban saya diterima MPR maka saya akan mencalonkan kembali (sebagai presiden), tapi ternyata tidak diterima walaupun saya belum membacakan laporan keuangan saya," imbuhnya.
Hal ini diungkapkan Habibie saat penandatanganan akta notaris Ikatan Alumni Program Habibie (IABIE) di kediamannya. Hadir dalam acara tersebut para alumni yang pernah mendapatkan beasiswa kuliah ke luar negeri berkat program Habibie di tahun 1986-1996. IABIE sekaligus mengundang Habibie menjadi pembicara dalam 'Presidential Lecture' pada 7 September 2013 mendatang yang akan dihadiri Wapres Boediono dan sejumlah menteri KIB II. "Nanti saya akan bicara panjang lebar saat itu," ujarnya. (van/trq) - cec

Sumber : detikNews

AMIR SYAMSUDDIN : KONVENSI CAPRES PARTAI DEMOKRAT TAK CONTEK PARTAI GOLKAR


CEC : Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat (PD) Amir Syamsuddin bicara soal isu miring terkait konvensi Capres partainya. Amir menepis kalau konvensi yang dilakukan Demokrat mencontek atau plagiat dari apa yang dilakukan Golkar 10 tahun lalu. "Konvensi Demokrat itu bukan plagiat Golkar. Sistemnya saja sudah berbeda jauh," jelas Amir saat memberikan keterangan, Sabtu (10/8/2013).
Sistem konvensi sudah dikenal di Amerika Serikat jauh sebelum Golkar. Jadi kalau ada yang menyamakan atau menyebut Demokrat melakukan plagiat dari Golkar amat tak benar. "Konvensi yang dilakukan Demokrat dilakukan komite konvensi yang sebagian besar terdiri dari tokoh-tokoh non partai," imbuhnya.
Sedang Golkar, 10 tahun lalu pengurus partai yang menjadi panitia. Kemudian calon dijaring melalui pengurus DPD I atau II dan yang mempunyai hak memilih kader Golkar. Jadi amat berbeda dengan Demokrat. 
"Konvensi Demokrat pesertanya terdiri dari tokoh-tokoh, orang luar yang pendaftarannya terbuka. Yang terpilih nanti diserahkan kepada rakyat melalui mekanisme survei. Konvensi dilakukan dengan transparan dan terbuka," tuturnya. (ndr/rvk) - cec

Sumber : detikNews

KOMITE KONVENSI CAPRES PD INGIN TAK BANYAK BICARA


CEC : Susunan Komite Konvensi Capres Partai Demokrat (PD) telah ditetapkan. Partai Demokrat menginginkan para anggota komite tidak banyak berbicara dan lebih banyak banyak bekerja, sehingga beberapa kader partai yang tidak terlalu menonjol di depan publik dipilih untuk masuk dalam komite. "Ya itu memang pilihan kita, agar para komite tidak banyak bicara, biar banyak bekerja lah," kata sekretaris majelis tinggi partai Demokrat Jero Wacik di hotel Dharmawangsa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (11/8/2013).
Menurut Jero, pemilihan beberapa kader yang kurang menonjol di publik bergabung dalam komite konvensi sudah dianggap tepat. Walaupun tidak menonjol di publik, tapi para kader itu mempunyai kemampuan di bidang masing-masing. Nantinya akan disediakan seorang juru bicara komite konvensi yang kan lebih banyak berbicara di muka publik. 
"Justru malah publik lebih percaya kalau yang bekerja orang-orang kalem dan tidak banyak bicara," tegas Jero.
Dari 17 anggota komite konvensi Capres partai Demokrat, tujuh diantaranya adalah kader internal partai. Mereka akan bekerja sama dengan para profesional yang telah ditunjuk untuk menyiapkan Capres yang akan diajukan partai Demokrat pada 2014 nanti. (kha/jor) - cec

Sumber : detikNews

TANAH ABANG BERUBAH SEMAKIN HIJAU


CEC : Kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, berubah. Setelah lapak-lapak pedagang kaki lima dibongkar, jalan-jalan di lokasi itu juga ditanami tanaman hias. Kondisi itu berlangsung selama penertiban dan penataan Pasar Tanah Abang, Minggu (11/8/2013) pagi hingga siang. Ratusan petugas dari berbagai dinas membenahi kawasan yang setiap hari selalu dipenuhi pedagang kaki lima dan asap kendaraan yang terjebak kemacetan. Hari ini, Dinas Pertanaman dan Pemakaman menanam pohon palem kuning dan bugenvil di sepanjang jalan Kebon Jati dan Jalan KH Mas Mansyur hingga depan Majid Al Makmur. Tanaman-tanaman itu dipasang agar PKL tidak lagi berjualan di badan jalan dan lebih memperhatikan lingkungan sekitar.
Tuti (55), seorang pengawas dari Dinas Pertanaman dan Pemakaman, mengatakan bahwa penanaman tersebut dilakukan untuk penghijauan. Warga sekitar diminta bisa menjaga keasrian lingkungan. Ia berharap para pedagang tidak berjualan lagi di tempat penghijauan tersebut. "Kalau Pasar Tanah Abang ini kan pasar Asia, tolong dijaga kebersihannya. Jangan tempati ini, nanti pohonnya mati. Kita minta tolong warga sekitar, disiramin satu ember setiap hari," kata Tuti kepada Kompas.com di Jalan KH Mas Mansyur, Minggu. Sebanyak 100 pohon palem dan 100 pohon bugenvil dalam polybag. Pohon tersebut sengaja dibawa dari Senayan untuk ditanam di kawasan Tanah Abang. Pantauan Kompas.com di sela-sela penertiban dan penataan sejak pagi tadi, pohon sudah ditanam sepanjang Jalan KH Mas Masnsyur hingga depan Masjid Al Makmur yang mengarah ke Kuningan. Trotoar yang sebelumnya terlihat kumuh karena digunakan untuk berjualan kini terlihat bersih dan hijau. Pagi tadi, alat berat menggali dan meratakan tanah di sisi bahu Jalan KH Mas Mansyur. Sampah-sampah dan lapak PKL di kawasan itu juga dibersihkan. Penertiban itu dipimpin langsung oleh Wali Kota Jakarta Pusat Saefullah. (cec)

Minggu, 11 Agustus 2013

SOEKARWO DENGAN KHOFIFAH AKHIRNYA BERSALAMAN


CEC : Ada yang menarik di acara penandatangan pakta Pilkada Jatim Damai di Mapolda Jawa Timur, Minggu (11/8/2013). Dua calon gubernur yang selama ini dianggap berseteru saling berjabat tangan. Ketua Partai Demokrat Jawa Timur Soekarwo dan Ketua PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa bersalaman usai turun dari panggung. Peristiwa usai penandatanganan pakta Pilkada Jatim Damai itu sempat dipergoki beberapa wartawan. Khofifah yang saat itu dikonfirmasi mengaku biasa saja. "Kebetulan putri saya dan putrinya Pakde Karwo sama-sama kuliah di Monash University Melbourne Australia," cerita Khofifah kepada detikcom saat akan meninggalkan Gedung Mahameru Polda Jatim.
"Jadi, kami tadi ya membincangkan putri-putri kami. Itu saja," tambah Khofifah sambil tersenyum. Ikrar damai yang difasilitasi Polda Jatim itu tidak dihadiri semua pasangan calon. Mereka yang hadir lengkap adalah pasangan nomor urut empat Khofifah Indar Parawansa-Herman S Sumawiredja dan pasangan Eggi Sudjana-M Sihat. Sedangkan yang tanpa didampingi calon wakil gubernurnya adalah Soekarwo dan Bambang DH. (cec)

Sumber: detikcom

WARGA BUDDHA SRILANKA SERANG MASJID DI COLOMBO


CEC : Polisi Sri Lanka kemarin mengerahkan sejumlah pasukan dan memberlakukan jam malam di sebuah wilayah di Kota Colombo, setelah massa dari kelompok Buddha menyerang sebuah masjid. Serangan itu menyebabkan empat orang terluka dan menghidupkan kembali ketegangan agama di sana. Juru bicara Rumah Sakit Colombo National Hospital, Pushpa Sosya, kemarin mengatakan dua petugas polisi yang menjaga masjid yang terletak di Daerah Grandpass, di pinggiran Colombo, itu juga menjadi korban luka dan dilarikan ke rumah sakit, seperti dilansir stasiun televisi Aljazeera, Ahad (11/8).
"Mereka terkena lemparan batu dan juga mengalami luka robek akibat pecahan puing-puing kaca yang jatuh," kata Soysa. "Korban luka yang dirawat adalah dua polisi serta dua pria muslim yang mengaku menjadi korban serangan." Penduduk setempat mengatakan lonceng kuil dibunyikan untuk memanggil massa yang pergi ke sebuah masjid dan mulai melempari dengan batu. Beberapa rumah di daerah itu juga dirusak. Sumber-sumber dari kepolisian menyatakan beberapa komando pasukan khusus langsung dikerahkan untuk membantu menjaga keamanan dan ketertiban mengikuti kekerasan massa terhadap masjid. Polisi mengatakan pihaknya memberlakukan jam malam sampai hari ini pukul 07.00 waktu setempat atau pukul 09.30 waktu Jakarta untuk membubarkan sejumlah besar orang yang masih di daerah itu. Seorang pejabat keamanan mengatakan warga Buddha menentang pembangunan masjid baru yang didirikan untuk menggantikan tempat ibadah mereka sebelumnya yang dibongkar untuk membuat konstruksi jalan baru. "Kuil Budha menentang relokasi masjid itu dan masalah dimulai saat warga muslim melaksanakan salat pada Sabtu malam di masjid," ujar pejabat enggan disebutkan namanya itu. Serangan terbaru datang lima bulan lalu setelah kampanye anti-muslim memuncak dan membakar dua tempat usaha milik warga muslim di luar Ibu Kota Sri Jayawardenapura Kotte. Sekitar 70 persen dari 20 juta penduduk Sri Lanka merupakan penganut agama Buddha. Sementara Islam menjadi agama minoritas kedua dengan hanya di bawah sepuluh persen setelah Hindu yang memiliki populasi sekitar 13 persen dari keseluruhan penduduk. Sedangkan lainnya penganut Nasrani. [fas] - cec

Sumber : merdeka.com

RUHUT TUDING JOKOWI BAGI-BAGI DUIT AGAR TETAP POPULER


CEC : Tak hanya di Jakarta, saat mudik dan merayakan Lebaran di kampung halamannya, Solo Jawa Tengah, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau yang akrab disapa Jokowi juga membagi-bagikan uang. Jokowi memberikan tunjangan hari raya (THR) kepada anak-anak. Ketika berkunjung ke rumah ibundanya, Jumat (9/8) malam, Jokowi sengaja memanggil puluhan anak-anak yang berada di sekitar rumah ibundanya tersebut. "Hai anak-anak sini, tak paringi fitrah (uang THR). Gelem opo ora (mau apa tidak) ?," kata Jokowi.
Tak lama kemudian, beberapa anak mendatangi teras rumah yang berada di Jalan Plered Raya No 9, Banyuanyar tersebut. Jokowi segera membagikan uang pecahan Rp 10.000 kepada mereka. Tak hanya kepada anak-anak di sekitar rumah Sujiatmi Notomiharjo tersebut, Jokowi juga berbagi THR kepada putra-putri karyawannya. Yudha (15), salah seorang anak yang tinggal di dekat rumah ibunda Jokowi mengaku senang mendapat uang THR. "Saya senang dapet uang dari pak Gubernur," ungkapnya.
Bagi-bagi uang tak hanya dilakukan Jokowi di rumah ibundanya. Saat berkunjung ke rumah mertuanya di Kampung Turisari, mantan Wali Kota Solo itu kembali membagikan THR kepada anak-anak yang datang menyambutnya. Jokowi merogoh uang pecahan Rp 10.000 dari saku celananya. Tindakan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) yang kerap membagi-bagikan duit kepada warga saat blusukan Lebaran dikritik oleh politikus Demokrat, Ruhut Sitompul. Menurut Ruhut, pembagian duit itu dilakukan Jokowi agar tetap populer sebagai capres. "Megawati aja ga dukung dia sebagai capres, apalagi rakyat. PDIP ragu sama dia, jadi mesti pakai cara-cara itu (bagi-bagi duit)," tuding Ruhut saat dihubungi merdeka.com, Sabtu (10/8). Ruhut menilai, hampir semua yang dilakukan Jokowi, termasuk bagi-bagi duit ini adalah demi pencitraan. "Kalau uang pribadi sih ga apa-apa, kalau uang APBD?" ujar mantan pesinetron ini. Ruhut menuding Jokowi sebenarnya sekarang bingung dengan cara apa dia dapat mempertanggungjawabkan janjinya saat kampanye Pilgub DKI dulu. "Dia kira dia dulu ga jadi (gubernur), sekarang udah jadi gubernur bingung dia nepati janjinya. Pusing-pusing dia," ujarnya.
"Dulu dia janji tidak ada penggusuran, sekarang gusur terus. Dulu ga mau pakai voorijder, sekarang ngeong-ngeong terus. Dulu ga terlalu macet, sekarang makin macet. Monorel juga belum jalan-jalan," papar politikus yang selalu mengaku anak kesayangan Presiden SBY ini.
Seperti diberitakan, dalam blusukan Lebaran Kamis (8/8), Jokowi kerap membagi-bagikan duit kepada warga. Kepada anak-anak, Jokowi memberikan pecahan Rp 5.000 dan Rp 10.000. Sementara untuk ibu-ibu, Jokowi memberikan Rp 50.000 yang dimasukkan ke dalam amplop.



Sumber : merdeka.com

PILPRES 2014, REBUTAN PANJAT POHON PINANG


CEC : Setiap tanggal 17 Agustus, "INDONESIA", selalu memperingati Hari Proklamasi Kemerdekaan "Negara Kesatuan Republik Indonesia" (NKRI) dengan berbagai macam cara dan acara. Tradisi tujuh belasan dengan acara "Rebutan Panjat Pohon Pinang" merupakan acara yang banyak disukai oleh masyarakat, terutama kalangan anak-anak remaja. Menjelang Pilpres 2014 mendatang, tahun 2013 ini dinilai sebagai "TAHUN POLITIK". Para "CAPRES" marak berlomba menawarkan dan menjanjikan dengan kata-kata bagai hembusan "angin surga", bahwa jika mereka dipilih dan terpilih, maka mereka akan segera melakukan perubahan kedepan yang lebih baik. Berbagai "SURVEY" yang dilakukan oleh "LEMBAGA-LEMBAGA SURVEY", ternyata CAPRES JOKOWI merupakan kandidat yang hampir selalu "DUDUK" diposisi tertinggi dan selalu diunggulkan.

KONVENSI CAPRES PARTAI DEMOKRAT :
Sementara itu, konvensi capres Partai Demokrat (PD) didesain untuk memunculkan capres kompetitif yang sanggup menaklukkan gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Mampukah Menteri Perdagangan Gita Wirjawan yang sudah memastikan ikut konvensi capres menjadi 'penakluk' Jokowi ?. "Belum ada persiapan, undangan resminya juga belum ada," kilah Gita kepada "wartawan" di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (2/8/2013). Hal ini disampaikan Gita saat ditanya apakah mampu menandingi elektabilitas pemuncak survei capres saat ini yakni Jokowi. Gita enggan bicara banyak soal persiapannya menghadapi konvensi capres PD. "Begitu menerima undangan resmi baru kita bahas soal ini," kilahnya lagi. Gita sendiri mengaku sampai saat ini masih banyak urusan. Maklum sebagai Menteri Perdagangan, Gita harus menghadapi kenaikan harga menjelang lebaran. "Sampai sekarang saya masih sibuk ngurusin stabilitas harga," tandasnya. Partai Demokrat ingin melahirkan "CAPRES" penakluk JOKOWI melalui konvensi capres. Namun menurut sejumlah pengamat langkah ini tidaklah mudah karena peserta konvensi capres Partai Demokrat belum ada yang cukup kompetitif di survei capres. Konvensi capres Partai Demokrat sendiri akan digelar mulai September 2013 nanti. Saat ini Partai Demokrat sudah mengantongi 12 nama calon peserta konvensi capres Partai Demokrat. Sejauh ini tokoh yang ikut konvensi capres Partai Demokrat dinilai masih lemah ELEKTABILITASNYA. Jangankan mengungguli JOKOWI, elektabilitas mereka maksimal sekitar 5 persenan, sebagian besar bahkan masih nol koma. 
Tokoh yang sudah confirm ikut konvensi capres Partai Demokrat adalah Marzuki Alie, Ahmad Mubarok, Hayono Isman, Pramono Edhie Wibowo (internal Partai Demokrat), Gita Wirjawan, Irman Gusman (profesional). Sementara tokoh dari parpol lain seperti Mahfud MD (PKB), Endriartono Sutarto (NasDem), dan Yusril Ihza Mahendra (PBB), masih menunggu syarat resmi ikut konvensi capres Partai Demokrat. [cec/dbs]

KASUS JURNALIS UDIN TERANCAM KADALUARSA


MAJELIS HAKIM MENERIMA GUGATAN PERDATA DARI ALIANSI JURNALISTIK INDEPENDEN (AJI) ATAS PEMBUNUHAN WARTAWAN BERNAS, FUAD MUHAMMAD SYAFRUDDIN (UDIN), DI PENGADILAN NEGERI (PN) JAKARTA SELATAN, PADA TANGGAL 26 MARET 2003. TEMPO/Lourentius EP.

CEC : Koordinator Komisi Orang Hilang dan Korban Kekerasan, Haris Azhar menyatakan, penyelesaian kasus pembunuhan wartawan Harian Bernas, Fuad Muhammad Syafruddin alias Udin terancam tutup buku. Ini disebabkan oleh penolakan pemerintah Indonesia terhadap kedatangan Pelapor Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa bidang Pemajuan dan Perlindungan Hak untuk Kebebasan Berpendapat dan Berekspresi, Frank La Rue. Alasan lainnya, kasus ini segera kadaluarsa. Kedatangan Frank yang dijadwalkan Januari 2013 diharapkan menjadi sarana memberi kritik dan masukan kepada pemerintah atas sejumlah masalah kebebasan termasuk kematian Udin. "Ketika itu pemerintah menolak dengan dalih kondisi Papua, harusnya pada saat itu diharapkan akan ada masukan dari internasional," kata Haris Azhar saat dihubungi, Jumat, 9 Agustus 2013. Kontras dan beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat di bidang Hak Asasi Manusia mengklaim telah mengirim surat kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Frank La Rue untuk menyelesaikan kasus Udin Mei 2013. "Kalau ketika itu Frank jadi datang, kita ada kesempatan," kata Haris. Kondisi saat ini, menurut dia, sangat sulit untuk mengungkap kasus yang akan kadaluwarsa pada 16 Agustus 2014. Polisi masih berkukuh pelakunya adalah Dwi Sumaji alias Iwik dengan motif dendam atas perselingkuhan Udin dengan istrinya, Tri Sumaryani. Kontras sendiri berupaya dengan memberikan dorongan kepada Komisi Nasional HAM untuk mengungkap kasus itu dengan tema besar pelanggaran pemerintahan Orde Baru. Pemerintah Indonesia sebenarnya mengizinkan Frank masuk ke Indonesia pada 14 Januari 2013 untuk mengunjungi Jakarta dan Sampang untuk bertemu Tajul Muluk. Namun pemerintah menolak permintaan Frank ke Jayapura dan Ambon untuk mengunjungi tahanan politik. Pemerintah menilai kedatangan Frank di Papua dan Ambon akan meningkatkan situasi keamanan dan politik di dua daerah itu. Frank akhirnya membatalkan rencana kedatangannya karena tidak bersedia jika tak diizinkan ke Papua dan Ambon. (cec) 

Sumber : FRANSISCO ROSARIANS - TEMPO.CO

FORMULIR C1 DICETAK SESUAI PROSEDUR ?


CEC : Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur, Andry Dewanto Ahmad angkat bicara soal lembar formulir C1 yang tidak mencantumkan nama pasangan calon Khofifah Indar Parawansa -Herman S Sumawiredja (BerKah). Menurutnya, KPU tidak ada masalah dalam formulir dan dokumen kelengkapan Pilgub Jawa Timur yang akan digelar 29 Agustus nanti. "Formulir C1 dicetak sesuai prosedur", ujar Andry Dewanto Ahmad.
"Semua sudah atas persetujuan yang bersangkutan. Semua berdasarkan kompromi yang telah disepakati oleh kedua belah pihak. Saat belum dicetak, kami sudah menanyakan ke Pak Herman dan beliau bilang tidak ada masalah, asalkan nanti namanya diketik," katanya, Sabtu (10/8). Karena formulir C1 adalah formulir hasil rekapitulasi suara di tempat pemungutan suara (TPS), lanjut dia, maka formulir ini baru akan dipakai ketika dilakukan penghitungan suara. Sehingga, menurut Andry, keputusan tersebut diambil sebagai bentuk kompromi. "Karena memang ada tahapan pencetakan dan distribusi formulir-formulir kelengkapan Pilkada yang harus berlangsung antara 13 Juli hingga 13 Agustus. Sedangkan pengumuman kalau Khofifah tidak lolos sebagai peserta Pilgub (pleno KPU Jatim sebelum ada gugatan ke DKPP dan PTUN) terjadi pada 14 Juli, jadi dalam lembar formulir C1 itu tidak ada nama pasangan Khofifah-Herman," katanya.
Dalam lembar tersebut hanya tertulis tiga nama pasangan calon, yaitu pasangan nomor urut 1, Soekarwo -Saifullah Yusuf (KarSa), pasangan nomor urut 2 via independent, Eggi Sudjana-M. Sihat (Beres), dan pasangan nomor urut tiga yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Bambang DH-Said Abdullah. Sementara pada kolom nomor urut empat hanya terdapat titik titik. Dijelaskan Andry, saat dalam proses akan mencetak berkas formulir C1, tiba-tiba pihak BerKah melayangkan gugatannya ke PTUN dan DKPP. Namun, KPU Jawa Timur tak bisa menunda pencetakan formulir-formulir tersebut karena saat itu sudah masuk tahapan. "Kami kemudian berkoordinasi dengan pasangan Khofifah-Herman, yang saat itu diwakili oleh Pak Herman. Beliau bilang tidak ada masalah, asalkan nanti bila dinyatakan lolos, draft kosong di formulir tersebut diketik," dalih dia. Selanjutnya, KPU menyetakkan formulir senilai Rp 2,5 miliar tersebut seperti apa adanya. Namun, Andry mengaku heran jika sekarang tiba-tiba pihak Khofifah mempermasalahkan Formulir C1 tersebut. "Semua prosedur sudah ditempuh dan kita sudah berkoordinasi dengan pasangan Khofifah-Herman. Lalu, kenapa kok masih dipermasalahkan?" tandasnya. 
Sementara itu Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane meminta Polda Jawa Timur agar bertindak cepat dan tegas. Sebab, jika dibiarkan, hal ini akan menuai gejolak di seluruh Jawa Timur. "Polda Jatim harus segera menyita semua formulir C1 yang sengaja mengosongkan nama Khofifah-Herman," pinta Neta.
Neta S Pane juga menegaskan, langkah KPU Jawa Timur yang mengosongkan nama pasangan Khofifah-Herman di formulir C1 itu, sebagai tindakan ceroboh dan rawan kecurangan. Sebab, formulir C1 merupakan berkas yang cukup krusial dalam proses penghitungan suara. Apa yang sudah dilakukan KPU Jawa Timur, lanjut dia, termasuk pelanggaran hukum berat. Sebab, bentuk formulir, spesifikasi teknis, dan formulir yang digunakan KPU pada penyelenggaraan Pilkada telah diatur secara detail dan ketat dalam peraturan KPU. Begitu juga dengan pendistribusian dan bentuk pengamanan perlengkapan pemungutan suara. Semuanya sudah diiatur KPU sedemikian rupa untuk menghindari kecurangan dan kecurigaan. "Dengan demikian, KPU Jatim telah melanggar Peraturan KPU Nomor 17 Tahun 2010 tentang Perubahan atas Peraturan KPU Nomor 66 Tahun 2009 tentang Penetapan Norma, Standar, Prosedur, dan Kebutuhan Pengadaan serta Pendistribusian Perlengkapan Penyelenggaraan Pilkada," urainya.
Karena itu, lanjut Neta, untuk menghindari terjadinya konflik dan benturan di masyarakat, Polda Jawa Timur, perlu bertindak tegas dan cepat dan memeriksa Ketua KPU Jawa Timur serta memintanya mencetak ulang formulir C1 dengan memasukkan nama pasangan Khofifah-Herman pada kolom nomor urut 4. "Polda Jatim punya hak untuk melakukan penyitaan. Bahkan Polda Jatim punya wewenang untuk menghentikan semua proses Pilgub, jika proses tersebut berpotensi mengganggu stabilitas Kamtibmas di wilayah Jatim," tegasnya. IPW berharap Polda Jawa Timur tidak membiarkan situasi memanas ini terus berlangsung hingga Pilgub Jawa Timur digelar pada 29 Agustus nanti. Antisipasi dan deteksi dini patut dilakukan Polda Jawa Timur secara serius, cepat, dan tegas agar situasi Kamtibmas di daerah tetap terjaga. "Sebelum KPU membenahi formulir C1, Polda Jatim seharusnya meminta KPU menunda pelaksanaan Pilgub. Karena jika Pilgub tetap dipaksakan dan terjadi kekacauan atau kerusuhan di Jatim, Kapolda Jatimlah yang harus bertanggung jawab sebagai kepala penanggungjawab keamanan di daerah," tegas Neta lagi. Selain menyita Formulir C1, lanjut Neta, Polda Jawa Timur juga harus memeriksa Ketua KPU Jawa Timur, Andry Dewanto Ahmad yang sengaja berbuat ceroboh karena bisa memicu terjadinya kerusuhan di daerah Jawa Timur.  "Jika kerusuhan terjadi dalam Pilgub Jatim, pihak kepolisian harus menjadikan ketua KPU Jatim sebagai tersangka utama dan sebagai provokator," pungkasnya. [did] - cec

Sumber : merdeka.com

Jumat, 09 Agustus 2013

JANGAN PERNAH BAWA AGAMA DALAM KONFLIK


CEC : Mantan Presiden RI Baharudin Jusuf Habibie mengatakan agar seluruh bangsa Indonesia bersatu dan tidak mengenal Suku Agama Ras dan Antar golongan (SARA). 
"Kita tidak mengenal itu, Pancasila tidak membenarkan," ujar Habibie kepada wartawan saat melakukan open house Idul Fitri di rumahnya, Kamis 8 Agustus 2013.
Ditanya mengenai banyaknya konflik yang mengatasnamakan agama, Habibie mengatakan bahwa dalam suatu upaya perubahan pasti akan terjadi konflik, namun menurutnya tidak benar jika konflik tersebut membawa nama agama. 
"Konflik itu bukan konflik agama, jangan kita langsung menyalahkan pada agama," kata Habibie.
Dalam kajian teori alam, Habibie menjelaskan bahwa alam semesta ini usianya 14.000 juta tahun, baru setelah 10.000 juta tahun kemudian terdapat kehidupan di bumi ini. 
Lebih lanjut Habibie mengatakan, manusia jenis Homo Sapiens baru ada 2 juta tahun yang lalu, sedangkan keberadaan agama malah lebih muda dari kemunculan agama yaitu 5 ribu tahun lalu.
"Duluan ada manusia daripada agama, lantas kenapa menyalahkan atau mengatasnamakan agama setiap konflik, bukankah itu dari manusianya sendiri," kata Habibie.
Habibie mengatakan dalam mencari sebuah solusi tentang perbedaan memang wajar jika terjadi konflik pemikiran, namun jangan sampai terjadi konflik fisik dalam mencari solusinya. 
"Hal itu bisa disikapi dengan keterbukaan dan demokrasi. Jadi dalam Idul Fitri ini mari kita saling memaafkan, mengadakan koreksi, dan terus melanjutkan perjuangan bangsa. Selamat hari raya idul fitri, maaf lahir batin," katanya.
Dalam open house yang digelar di rumahnya Jalan Patra Kuningan XIII Kuningan Jakarta selatan, beberapa tokoh nampak hadir seperti Wakil Presiden Boediono, mantan ketua Dawan Perwakilan Rakyat Akbar Tanjung, serta calon presiden dari partai Golkar Abu Rizal Bakrie. Selain Politisi, beberapa kalangan selebritas seperti pemain film "Habibie dan Ainun" Bunga Citra Lestari dan Reza Rahadian juga terlihat dalam acara itu. (cec)

Sumber: tempo.co

AMIR SYAMSUDDIN MERASA DITAMPAR


Menteri Hukum dan Ham Amir Syamsuddin (kiri), serius mendengarkan pertanyaan para anggota Komisi III DPR, dalam rapat dengar pendapat yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi III M Nasir Djamil, dengan agenda, pengantar/penjelasan Pemerintah RI terhadap RUU tentang pengesahan persetujuan antara Pemerintah RI dan Pemerintah Administrasi Khusus Hongkong RRC, bantuan hukum timbal balik dalam masalah pidana, Kamis (16/2/2012) di Jakarta. (Tribunnews.com/FX Ismanto) 

CEC : Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Amir Syamsuddin menilai kasus pabrik narkoba di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Narkotika Cipinang merupakan tamparan bagi pihaknya. Bahkan menurutnya peristiwa itu cukup memalukan. Terlebih, informasi adanya dugaan kasus tersebut justru berasal dari orang luar lembaga pemasyarakatan. "Memang apa yang terjadi di Cipinang cukup memalukan," kata Amir Syamsuddin, Jumat (9/8/2013). Amir menuturkan, kasus itu terbongkar setelah adanya informasi awal dari Mabes Polri kepada Pelaksana Harian (PLH) Kalapas Narkotika Cipinang. PLH Kalapas Narkotika Cipinang lanjut dia, kemudian memerintahkan personilnya untuk menyelidiki informasi awal itu. Saat itu ternyata ditemukan barang-barang tertentu. Namun mereka tidak bisa menyatakan barang yang ditemukan itu digunakan untuk membuat narkotika. Karenanya, terang Amir, Kalapas Narkotika Cipinang menemuinya. Setelah mendengar informasi itu Amir langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lapas. "Saat itu ada petunjuk alat cetak yang bisa menimbulkan dugaan awal," kata Amir. Namun, karena masih berupa dugaan, Amir langsung melakukan koordinasi dengan pihak Mabes Polri khususnya Bareskrim Polri. Bareskrim kemudian memerintahkan direkturnya untuk mendampingi Amir melakukan sidak. "Kami sabar menunggu sampai petugas Puslabfor Mabes datang dengan peralatannya. Disimpulkan bahwa itu prekursor yang bisa digunakan sebagai bahan dasar untuk produksi sabu dan ekstasi," ujarnya. (cec)

Sumber : Tribunnews.com

POLISI JUJUR, POLISI YANG BERIMAN


Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo (kiri) melantik sebelas Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) di Mabes Polri, Jakarta Selatan (12/06). TEMPO/Dasril Roszand.


CEC : "Jujurlah," kata Iqbal Irham, khotib idul fitri dalam ceramahnya di lapangan Bhayangkara, Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia. Tepat tiga meter di depan mimbar, tampak Kepala Kepolisian RI, Jenderal Timur Pradopo, duduk bersama semua perwira polisi dari mabes polri. 
"Jujurlah dalam melaksanakan tugas," kata ulama yang lahir di Sumater utara itu, Kamis 8 Agustus 2013. 
"Kebohongan itu merusak. Menjadi virus bagi masyarakat dan negaranya," katanya.
Sang Jenderal berbaju koko putih dengan peci dan celana bahan warna hitam tampak diam menunduk di shaf pertama sejak ceramah yang berdurasi 40 menit itu dimulai. Dengan tema "Ramadhan dan penanaman sikap jujur bagi anggota Polri dalam pelaksanan tugas guna mewujudkan Kamtibnas", Iqbal berbicara di depan Jamaah yang berjumlah sekitar 400-an orang. Tak hanya pejabat polisi dan keluarganya yang salat di lapangan milik kepolisian itu, warga sekitar ikut sembahyang tahunan di sana.
Iqbal berkhotbah tentang karakter orang beriman yang memegang nilai kejujuran. Menurut dia, kejujuran mendatangkan kebaikan dan kebohongan membawa kehinaan. "Hati dan pikiran akan damai dan tenang jika kita konsisten jujur," katanya. Iqbal mengatakan anak yang berkembang dengan lingkungan yang membiasakan berbohong akan merusak masa depannya. Iqbal mengkisahkan seorang pengembala jujur yang didatangi oleh Umar, pemimpin negaranya yang saat itu sedang menyamar. Umar menggoda pengembala itu agar mau menjual hewan milik majikannya kepada Umar. Pengembala itu malah membentak Umar. "Dimanakah Allah?," teriaknya. 
"Tuan saya tidak melihat, namun Allah sedang melihat kita." 
Dengan kisah itu, Iqbal menyimpulkan manusia tidak bisa lari dari pengawasan Tuhan dan semua perbuatan kita pasti dipertanggung jawabkan di akhirat kelak. "Polisi yang jujur adalah polisi yang beriman," katanya. ALI AKHMAD - cec

Sumber : Tempo.co

TERKAIT TEROR, POLISI TAK PERLU TAKUT


CEC : Wakapolri Komjenpol Oegroseno mengatakan, seluruh jajaran Kepolisian tidak perlu takut, terkait rentetan teror terhadap polisi belakangan ini. Menurut Oegroseno, diserang penjahat merupakan risiko tugas. "Saya melihat itu risiko tugas saja. Jadi, kami tidak pernah mundur, tidak pernah takut. Saya sampaikan untuk seluruh jajaran Polri, enggak usah takut. Enggak usah berpikir macam-macam, laksanakan tugas dengan baik saja," kata Oegroseno di Istana Negara, Jakarta, Kamis (8/8/2013).
Hal itu dikatakan Oegroseno ketika dimintai tanggapan soal rentetan penembakan terhadap polisi baru-baru ini. Dua penembakan polisi terakhir terjadi di Ciputat, Tangerang Selatan.
Oegroseno menuturkan, pihaknya sudah menginstruksikan kepada petugas di lapangan untuk terus waspada dan jangan lengah. Kelengahan polisi di lapangan akan dimanfaatkan untuk menyerang. "Sekarang sedang diungkap siapa sebenarnya mereka. Kami enggak perlu buru-buru. Kami tidak perlu menuduh dulu, nanti tunggu hasil penyidikan. Yang jelas mohon doa restu sama Tuhan," papar mantan Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan Polri. (*) - cec

Sumber : TRIBUNNEWS.COM

Kamis, 08 Agustus 2013

TENTANG CHIEF EDITOR'S CLUB [ CEC ]


CHIEF EDITOR'S CLUB INDONESIA TERDAFTAR DI KEMENTERIAN DALAM NEGERI, DIREKTORAT JENDERAL KESATUAN BANGSA DAN POLITIK NOMOR : 050/D.III.2/II/2009 TERTANGGAL 26 FEBRUARI 2009.
CHIEF EDITOR'S CLUB DEPOK (CEC DEPOK) TERDAFTAR DI KANTOR KESBANG POL DAN LINMAS KOTA DEPOK NOMOR : 220/645-KESBANGPOL & LINMAS/2009 TERTANGGAL 11 NOVEMBER 2009.
BER-IZIN DOMISILI DI KELURAHAN DEPOK NOMOR : 471/01/Nov/2009 - PEMERINTAHAN, TERTANGGAL 16 NOVEMBER 2009.
PENGURUS CHIEF EDITOR'S CLUB DEPOK TERBENTUK BERDASARKAN SURAT KEPUTUSAN PRESEDIUM PUSAT CHIEF EDITOR'S CLUB INDONESIA NOMOR : 75.A.PP/SK/CEC/XI/2009, TERTANGGAL 09 NOVEMBER 2009 ( KETUA : CYRELLUS PANJAITAN BSc )

WARNA DAN FUNGSI SURAT TILANG


CEC : Dalam melakukan perjalanan sering kita menemui para penegak disiplin (polantas) melakukan razia kepada pengguna jalan yang menggunakan kendaraan bermotor. Semua memang demi keamanan dan kenyamanan berlalu-lintas. Memang sudah sepatutnya bagi para pengguna jalan, baik sepeda motor, mobil dan tranportasi bermotor lainnya, melengkapi peralatan berkendara baik secara fisik maupun administrasi. Ketika terkena tilang bisa menggunakan beberapa alternatif warna surat tilang. Namun semua tetap harus sesuai dengan pelanggaran dan Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu lintas dan Angkutan Jalan. Kepolisian menggunakan bukti tilang menggunakan surat, tapi yang perlu diketahui, ada lima macam fungsi dan warna surat tersebut serta untuk siapa saja. Berikut warna dan fungsi surat tilang tersebut :

(1). Merah
Surat tilang warna merah ditujukan kepada pelanggar yang tidak terima atas kesalahan yang dituduhkan. Kemudian pelanggar diberikan kesempatan untuk membela diri atau minta keringanan kepada hakim, Pada umumnya tanggal sidang, maksimum 14 Hari dari tanggal kejadian, tergantung hari sidang tilang di Pengadilan Negeri ( PN) bersangkutan.
(2). Biru
Surat tilang warna biru juga untuk pelanggar, cuma bedanya pelanggar yang menerima kesalahan, artinya tidak perlu pembelaan kepada hakim. Jika meminta surat tilang ini kita bisa langsung membayar uang denda melalui transfer pada bank yang dituju. Adapun untuk biayanya diketahui lebih mahal, jika disesuaikan undang-undang lalu lintas yang berlaku. Namun belum diketahui secara resmi nomor rekening dan kepemilikannya, dalam pembayaran uang denda tersebut. Meski semakin dipermudah dalam urusan tilang, diharapkan publik tidak salah mentransfer uang kepada oknum polisi yang tidak bertanggung jawab.
(3). Kuning
Surat tilang warna kuning untuk pihak kepolisian sendiri dan diperuntukkan sebagai arsip.
(4). Hijau
Surat tilang warna hijau untuk arsip pengadilan. Surat ini juga sebagai proses tindak lanjut pelanggaran tersebut sampai perkara selesai.
(5). Putih
Surat tilang warna putih untuk kejaksaan sebagai arsip. Namun jika dikemudian hari ada permasalahan arsip tersebut bisa sebagai bukti dan catatan. (cec)
Sumber : IPW Kota Depok.

Rabu, 07 Agustus 2013

TIGA NAPI TERLIBAT SABU CIPINANG


CEC : Direktur Direktorat IV Narkotika Mabes Polri Brigjen Arman Depari mengaku masih akan menelusuri siapa di balik produksi narkotika jenis sabu yang ditemukan dari hasil sidak di LP Narkotika Cipinang, Selasa (6/8) malam. 
"Ada beberapa napi yang mungkin terlibat. Menurut dugaan kami AS, Victor, dan HC. Ini dalam pendalaman kami untuk pemeriksaan lebih lanjut," kata Arman usai sidak.
Terkait berapa banyak sabu yang sudah diproduksi, Arman mengaku belum tahu. "Kita tidak mengetahui secara pasti apakah sudah menghasilkan (sabu). Kita memerlukan konfirmasi. Ini belum kita pastikan, karena bahan-bahan yang kita temukan ini bukan dikatakan siap untuk produksi," jelasnya.
Meski begitu, dari sejumlah bahan yang ditemukan, dipastikan semuanya merupakan bahan kimia yang terdapat dalam lampiran penjelasan dalam UU Narkotika. Mengenai kegunaan bahan-bahan yang ditemukan itu dalam produksi sabu, Arman enggan menjelaskannya. "Saya kira tidak baik diketahui oleh khalayak," pungkasnya.
Sebelumnya, aparat yang melakukan sidak menemukan berbagai barang yang diduga prekursor atau bahan pembuat narkoba jenis sabu, yakni sekitar tujuh bungkus berisi bubuk berwarna merah, enam bungkus berisi bubuk berwarna kuning. Selain itu, petugas juga menemukan beberapa kaleng berisi cairan yang diduga merupakan residu atau sisa dari produksi sabu, sebuah benda yang diduga alat pencetak narkoba, satu buah jeriken berisi cairan bening, dua buah buku tabungan, lima unit handphone jenis CDMA (Code Division Multiple Access), charger dan headset handphone, serta beberapa buah sim card. Berbagai barang bukti tersebut ditemukan petugas di beberapa titik yang ada di dalam area Bengkel Kegiatan Kerja para napi bernama 'Kayna Workshop'. [bal] - cec

Sumber : merdeka.com

PABRIK SABU DI LP CIPINANG ?


CEC : Labfor Polri memastikan zat kimia yang ditemukan dari hasil sidak Menkum HAM dan Direktorat IV Narkoba Mabes Polri di Lapas Narkotika Cipinang merupakan bahan pembuat sabu kualitas tinggi. 3 Narapidana dan satu sipir yang diduga terlibat diciduk untuk pemeriksaan lebih lanjut. "Kita meringkus 3 narapidana dan satu sipir yang diduga terkait dalam kasus narkoba, inisial CH," ujar Direktur IV Narkoba Badan Reserse Kriminal Mabes Polri, Brigjen Pol Arman Depari di LP Cipinang, Jakarta, Selasa (6/8).
Dia menambahkan, tiga napi yang ditahan berinisial AS, HS dan V. Polisi akan melakukan juga pemeriksaan secara acak terhadap beberapa napi lainnya sekaligus kroscek atas segala keterangan-keterangan yang didapatkan. "Kemudian kita bisa menentukan peran masing-masing dan tindakan hukum apa yang akan kita kenakan pada mereka," jelas Arman.
Mengenai keterlibatan petugas Lapas Cipinang, Arman mengatakan dari hasil pemeriksaan sementara indikasinya sangat jelas. "Namun untuk menetapkan tersangka masih memerlukan pemeriksaan-pemeriksaan terhadap saksi dan barang bukti," ujarnya.
Menurut Arman, bahan dasar yang digunakan untuk membuat sabu dan ekstasi yang ditemukan dalam sidak kali ini merupakan bahan kualitas tinggi. "Bahan dasar narkoba jenis bagus," imbuhnya.
Sebelumnya, aparat yang melakukan sidak menemukan berbagai barang yang diduga prekursor atau bahan pembuat narkoba jenis sabu, yakni sekitar tujuh bungkus berisi bubuk berwarna merah, enam bungkus berisi bubuk berwarna kuning. Selain itu, petugas juga menemukan beberapa kaleng berisi cairan yang diduga merupakan residu atau sisa dari produksi sabu, sebuah benda yang diduga alat pencetak narkoba, satu buah jeriken berisi cairan bening, dua buah buku tabungan, lima unit handphone jenis CDMA (Code Division Multiple Access), charger dan headset handphone, serta beberapa buah sim card. Berbagai barang bukti tersebut ditemukan petugas di beberapa titik yang ada di dalam area Bengkel Kegiatan Kerja para napi bernama 'Kayna Workshop'. [bal] - cec

Sumber : merdeka.com

JOKOWI-AHOK NGGAK ADA BANDINGAN


CEC : Budayawan Betawi Ridwan Saidi menilai pemimpin DKI Jakarta Joko Widodo dan wakilnya Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tak bisa dibandingkan dengan pemimpin-pemimpin sebelumnya, termasuk Ali Sadikin. "Enggak ada yang kayak ini. Pasangan Jokowi-Ahok enggak ada bandingannya. Orang bilang (Ahok) kaya Ali Sadikin. Ali Sadikin galak karena membela judi, enggak menarik, enggak membela hukum dia (seperti Ahok)," kata Ridwan dijumpai di rumahnya di Bintaro, Jakarta, Selasa (6/8/2013).

Mengenai sikap Ahok yang dinilai sejumlah kalangan keras dan arogan, Ridwan mengatakan, "Pemerintah kemarin-kemarin kompromistis. Kalau Pak ini (Ahok), tegas dia menegakkan hukum. Patut didukung Jokowi-Ahok, lepas dari ekspresi dia (Ahok)."
Ridwan pun menuturkan, ketika tinggal di Sawah Besar, ia bergaul dengan orang-orang yang bergaya bicara seperti Ahok dan tak ada masalah. Menurut Ridwan, orang yang risih dengan gaya bicara Ahok adalah orang-orang yang hidup dan bergaul dalam komunitas yang tidak pluralistis. "(Gaya bicara seperti) Itu sudah biasa kok. Itu asyik saja buat saya ngedenger-nya," aku Ridwan. (cec)

Sumber : KOMPAS.com

Selasa, 06 Agustus 2013

PRESIDEN IRAN HASSAN ROUHANI DILANTIK


CEC : Presiden Iran Hassan Rouhani dilantik, Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu "ketakutan". Presiden Iran terpilih, Hassan Rouhani diambil sumpahnya di Teheran pada Ahad, 4 Agustus 2013, di tengah ketakutan Israel atas program nuklir Negeri Mullah. Perdana Menteri Israel memperingatkan bahwa Republik Islam tetap melanjutkan ancamannya terhadap keamanan regional (Timur Tengah). Rouhani, seorang ulama moderat, dalam pidato pelantikannya di televisi pemerintah mengatakan, dia berjanji menegakkan konstitusi dan melindungi segenap pejabat agama Republik Islam Iran.

Sebelumnya, pada Ahad, 04 Agustus 2013, Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu, mengecam presiden baru Iran. Netanyahu mengatakan bahwa Hassan Rouhani memiliki tujuan akan menghancurkan Negeri Yahudi. "Presiden Iran mungkin mengubahnya tetapi rezim di sana sama sekali tidak," ucap Netanyahu. 
Dia menambahkan, "Niat Iran adalah mengembangkan kapasitas nuklir dan senjata nuklir, dengan tujuan untuk menghancurkan Negara Israel."
Hassan Rouhani secara resmi menjabat sebagai Presiden Iran pada Sabtu, 3 Agustus 2013, dengan mendapatkan dukungan pemimpin agung Ayatullah Ali Khamenei. Pada kesempatan itu Khamenei menyampaikan kata sambutan terutama mengenai isu-isu strategis ternasuk pembicaraan masalah nuklir dengan negara-negara besar. Sejumlah negara Barat, hingga saat ini, menduga bahwa program nuklir Iran diarahkan untuk kebutuhan persenjataan nuklir. Namun demikian, Iran berkali-kali menyatakan bahwa pembangunan nuklir yang dilakukan adalah untuk kebutuhan pembangkit tenaga listrik dan medis. Dua negara, Amerika Serikat dan Israel -satu-satunya negara di Timur Tengah yang memiliki senjata nuklir- menolak mengesampingkan aksi serangan militer guna mencegah Iran mengembangkan kemampuannya memproduksi senjata nuklir.
Pada unjuk rasa di acara peringatan tahunan Hari Quds (Yerusalem), Jumat, 2 Agustus 2013, Rouhani menyinggung soal negara Yahudi. "Di wilayah kami, telah dirasakan luka mendalam terhadap dunia Islam lantaran ada bayang-bayang pendudukan tanah suci Palestina dan Quds (Yerusalem)," ucap Rouhani seperti disiarkan televisi pemerintah.
Dia berjanji akan terus besama rakyat Palestina yang menderita akibat ulah Israel sebagai sebuah Negara Yahudi. Hal itu sejalan dengan kebijaksanaan luar negeri Iran sejak Revolusi Islam 1979 seusai menggulingkan Shah dukungan Amerika Serikat. (cec)

Sumber : TEMPO.CO

PROFILE KAPOLDA JAWA BARAT

MANTAN KAPOLRES DEPOK POLDA METRO JAYA

N A M A                : DRS. SUHARDI ALIUS, MH 

TMPT/TGL.LAHIR   : JAKARTA, 10 MEI 1962
PKT/NRP                : IRJEN POL / 62050797 
AGAMA                  : ISLAM

RIWAYAT KEPANGKATAN :


Ajun Komisaris Polisi            : 01-04-1992

Komisaris Polisi                    : 01-10-1996
Ajun Komisaris Besar Polisi    : 01-01-2001
Komisaris Besar Polisi            :  01-07-2004
Brigadir Jenderal Polisi          : 19-02-2009
Inspektur Jenderal Polisi        : 16-10-2012

RIWAYAT JABATAN :



00-12-1985 PAMAPTA POLRES BANDUNG POLDA JABAR
00-12-1986 WAKASAT SABHARA POLRES BANDUNG POLDA JABAR
00-12-1987 KAPOLSEKTIF CIMAHI RES BANDUNG POLDA JABAR
00-12-1992 KAPUSKODAL OPS POLRES TAPSEL POLDA SUMUT
00-12-1993 KAPUSKODAL OPS POLRES LANGKAT POLDA SUMUT
00-12-1995 GURU MUDA PUSDIK RESINTEL LEMDIKLAT POLRI
00-12-1996 KASUBBAG PATJAB PAMA BAGBINKARPA DIT RENDALPERS POLRI
00-12-1997 KASUBBAG PATJAB PAMENTI BAGBINKARPA DIT MINPERS POLRI
01-05-1999 DANSAT IDIK MONETER DIT SERSE EK KORSERSE POLRI
20-12-2000 PABUNGKOL SPRI KAPOLRI
05-06-2001 SES SPRI KAPOLRI
06-09-2002 KAPOLRES DEPOK POLDA METRO JAYA
05-08-2003 WADIR RESKRIMSUS POLDA METRO JAYA
05-04-2004 PENYIDIK UTAMA DIT II/EKONOMI & SUS BARESKRIM POLRI
16-07-2004 KAPOLRES METRO JAKBAR POLDA METRO JAYA
26-04-2005 DIR RESKRIMUM POLDA METRO JAYA
16-09-2005 KOORSPRIPIM POLRI
27-01-2009 DIR MINWA PTIK
14-07-2009 DIR V/TIPITER BARESKRIM POLRI
04-10-2010 DIRTIPIDTER BARESKRIM POLRI
12-06-2013 WAKA POLDA METRO JAYA
KADIVHUMAS POLRI - KAPOLDA JABAR